Tuesday, June 2, 2015

“ Mengapa Allah masih memberiku kehidupan?”

KASELA 05 Mei 2015

“ Mengapa Allah masih memberiku kehidupan?”

Arti doa sebelum tidur :“Dengan nama-Mu Ya Allah hidupku dan dengan nama-Mu pula Ya Allah matiku.” Jadi doa yang biasa kita lantunkan sebelum tidur bukanlah doa akan tidur, tetapi do’a ketka kita akan mati (sementara). Orang mati dengan orang tidur itu beda tipis sekali.
Kisah Nabi Ibrahim :
Ketika itu Allah memerintahkan kepada  malaikat Izrail untuk mencabut nyawa nabi Ibrahim tetapi bila nabi Ibrahim belum mau, maka Izrail diperintahkan untuk kembali ke langit. Dan saat malaikat Izrail akan menunaikan tugasnya, nabi Ibarhim meminta 1 pertanyaan yaitu “Hai Malaikat Maut, bagaimana menurutmu bila ada kekasih mencabut nyawa kekasihnya sendiri ? “

Mendapat pertanyaan tersebut malaikat Izrail bingung, lalu naik lah ia ke langit menemui Allah S.W.T untuk melaporkan hal itu, lalu Allah berfirman menyuruh Izrail bertanya kembali kepada Ibrahim, “Wahai Ibrahim, apakah kekasih tidak mau menemui orang yang dikasihinya?”

Izrail pun turun menyampaikan firman Allah tersebut ke Ibrahim, lalu Ibrahim menjawab : “Kalau demikian, Cabutlah nyawaku sekarang juga”

Mati bukanlah suatu hal yang harus kita takuti, tetapi hal yang harus kita tunggu dan kita persiapakan bekal yang sebaik-baiknya untuk bertemu dengan Pencipta kita.

Setelah meninggal terputuslah segala amal anak Adam kecuali tiga perkara:
1)      Amal jariyah.
2)      Ilmu yang bermanfaat.
3)      Anak soleh yang mendo’akannya.

Tanda-tanda kematian terdapat dalam Surat Al Baqarah:180 yang artinya:
“Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jjika dia menginggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa”

Ada dua ketetapan Allah yag wajib kita iman:
1)   Qadhar, ketetapan Allah yang tidak dapat dirubah (harga mati)
2)   Qodar, ketetapan Allah yang bisa ditawar, dengan jalan kita terus bertawakal kepada-Nya

Jika seorang dokter dapat memprediksi kematian dengan penyakit degeneratif, maka tanda-tanda kematian itu dapat dilihat ketika umur kita diatas 40 tahun (wallahu ‘alam), semua penyakit pasti ada obatnya, kecuali penyakit kematian. Jadi jika umur sudah 40 tahun duni dikurangi dan ditambah fungsi akhiratnya.

Mengapa surat An-Asr itu tentang masa/ waktu?
Dalam surat ini dikatakan bahwa manusia sungguh benar-benar dalam kerugian. Ketika kita hidup didunia, namun menjelang kematiannya ia tidak mengenal Tuhannya, maka ia termasuk golongan orang-orang yang rugi.

“Jangan sampai kita mendikte Allah, biarlah Allah yang memberikan balasan dengan cara-Nya”



Buletin EKsis Edisi Mei 2015

Alhamdulillah E-News edisi Mei 2015 sudah terbit kembali, monggo diwaos, semoga bermanfaat :)

 

Cyber Crime, Mengintai Anda !


Kasela edisi 26 Mei 2015, mengupas tuntas mengenai kejahatan dunia maya (Cyber Crime) dengan pembicara Ustadz Imam Bukhori. Wuihh denger temanya aja udah kece binggo nihh, penasaran?? yuk simak ringkasanya :)

Di era globalisasi dan modern, serta kemajuan teknologi yang semakin canggih, istilah dunia maya sudah tidak asing lagi bagi kita semua, bahkan hal ini sudah menjadi kehidupan kedua kita. Banyak informasi yang bertebaran dan sangat mudah untuk diakses, baik data-data yang positif maupun negatif. Tersebarnya data pribadi adalah hal yang biasa bagi kita, namun sebenarnya hal ini memudahkan pihak ketiga untuk mengambilnya, dan bisa jadi membahayakan diri kita.

            Dengan media sosial, kita bisa berhubungan atau berinteraksi dengan siapapun baik yang kita kenal ataupun orang yang belum kita kenal dengan sangat mudahnya, media sosial seperti fb, twitter, WA dll berdampak positif dan negatif, tergantung dari masing-masing pribadi penggunanya. Berbagai kejahatan terjadi di media sosial seperti pembunuhan, pencurian, penipuan dsb. Namun dampak positif yang bisa kita rasakan seperti menyebar dakwah, pemberi motivasi dan mengingatkan saudara-saudari kita.

Adab-adab dalam bersosial media (Ust. A. Fillah) khususnya di twitter, antara lain:
1)      Mengetwit yang bermanfaat, berupa kebaikan
2)      Hindari berdusta saat bercanda
3)      Benci pada suatu pihak tidak bolehh membuat kita tidak berakhlak mulia dan bertutur kata yang baik
4)      Merendahkan twit lain hanya menunjukkan bahwa kita kasar dan tidak bermoral.

So, setelah kita mengikuti kajian Kasela edisi kali ini, harapannya kita menjadi lebih waspada dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Gunakanlah media sosial sebagai ladang kita untuk berdakwah di dunia maya, :)