Wednesday, March 25, 2015

Yang NGAWOEL Ya DANUSnya EKSIS




Jihad itu bukan hanya denganangkat senjata,  berperang, kemudian menang atau kalah, mati ataupun hidup. Apalah arti kita berjuang/ berjihad bilamana tujuan akhirnya bukanlah mengharap ridho Illahi, jihad yang hakiki adalah ketika kita berjuang dengan sepenuh hati, ikhlas hanya untuk mengharap ridho-Nya bukan karena keinginan-keinginan duniawi yang fana. Dan inilah potret perjuangan dari departemen dana dan usaha (DANUS) dalam kontribusinya berdakwah  di kampus biru.


Ngawoel di kawasan Stadion Diponegoro
Pagi  ini  (Minggu 22/03) merupakan minggu perdana untuk Departemen Dana dan Usaha untuk memulai agenda “NGAWOEL ” di Jln. Ahmad Yani, kawasan Stadion Diponegoro, Semarang. Berbekal keiklasan karena Allah, semangat, dan rasa optimis para pejuang Eksis : Triyanto (Kadep Danus), Syarif (Staff), Ayun Pratiwi (Sekdep), Nurul Ngaeni (Staff), dan Khusnul Ulum (Wa Mas’ul) berangkat dari Sekaran pukul 06.00 pagi supaya tidak kehabisan tempat untuk berjualan.
Simsalabim abrakadabra jalan yang biasanya penuh sesak dengan kendaraan , disulap oleh pemerintah setempat menjadi pasar Minggu pagi yang penuh dengan lautan manusia. Pasar pagi ini layaknya pasar malam, para pedagang tumpek brek jadi satu, ada yang berjualan baju, boneka, sprei, alat rumah tangga, jajanan pasar, ikan hias, buku, kaset, dll, semuanya lengkap tersedia di pasar ini. “NGAWOEL”  sendiri merupakan kegiatan menjual baju-baju bekas yang masih layak pakai dari hibah para fungsionaris EKSIS atau teman-teman lainnya yang sekiranya memiliki baju bekas yang masih memiliki nilai ekonomis.
Dan ternyata bukan hanya dari EKSIS saja yang ngawoel, banyak mahaiswa-mahasiswi dari universitas sekitar Semarang yang ngawoel juga untuk membantu keberlangsungan organisasi mereka. Dan ini nih yang bikin ngangenin dan nyenengin saat ngawoel, yaitu saat transaksi tawar menawar dengan pembeli. Pembeli disini tak segan-segan menawar barang dagangan kita dengan harga sangat murah: tiga ribu perpotongnya. Memang si, jadi pembeli pasti ingin mendapatkan harga yang murah meriah, dan disini nih kesabaran dan skill berjualan diuji seberapa jauh kita bisa menghadapi para pembeli yang berbeda sifat antara satu dengan yang lain.
Dan alhamdulillah, Allah tidak tidur kawan, Allah memberi balasan sepadan dengan apa yang diusahakan hamba-Nya. Semua lelah, keringat, peluh, pengorbanan waktu, pikiran, dan materi terbayar sudah dengan laba yang cukup dari  penjualan baju bekas tadi.
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
”Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” [QS. At-Taubah : 41].
Itulah sepenggal kisah para pejuang DANUS, jihad bukan hanya dapat dilakukan dengan fisik. Ketika kita memberikan pinjaman yang baik, infak, shodaqoh di jalan yang Allah ridho insyaAllah itu akan lebih baik. Tetap semangat untuk para pejuang DANUS, dan Mari!! kita bersinergi bersama, saling memberi semangat, mendukung, dan PEKA membantu departemen yang lain. Dan semoga dana yang telah terkumpul menjadi salah satu sarana kita untuk selalu mendekatkan diri pada-Nya, membantu agama Allah dalam mensyiarkan Islam di kampus Biru. :)
 



Sunday, March 22, 2015

Jagalah Pandanganmu

Secara bahasa gadh-dhul bashar berarti menahan, mengurangi, atau menundukan pandangan. Menundukan pandangan sendiri memiliki arti menahan pandangan dari yang diharamkan. Dalil kewajiban untuk menahan pandangan terdapat dalam surat An-Nur ayat 30-31, Allah SWT berfirman yang artinya "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat (30)  Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya...(31)"

Dari Jarir bin Abdillah ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya." (HR Imam Muslim)
"Wahi Ali! Jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya karena yang pertama itu boleh (dimaafkan), sedangkan yang berikutnya tidak" (HR Imam Tirmidzi dan Imam Abu Dawud). Maksud dari hadis  ini yaitu pandangan tiba-tiba yang tanpa sengaja itu dimaafkan tetapi jangan diteruskan karena jika diteruskan berarti disengaja.
Penyebab Mengumbar Pandangan:
  1. Mengikuti hawa nafsu dan ajakan setan
  2. Jahil (tidak tahu) terhadap akibat negatif mengumbar pandangan itu penyebab utama zina
  3. Hanya mengingat ampunan Allah, tetapi lupa pada ancaman siksa-Nya
  4. Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram akibat lemahnya iman.
Akibat Negatif Memandang yang Haram:
1)        Rusaknya hati
Segala peristiwa bermula dari pandangan
dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil
2)        Terancam jatuh kepada zina  
Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran. Lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak. Kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina).
3)        Lupa ilmu
4)        Turunnya bala (ujian)
5)        Merusak sebagian amal
6)        Melalailkan diri dari mengingat Allah SWT dan Hari Akhir
7)        Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.
 Manfaar menundukkan pandangan :
1)      Membebasksn hati dari pedihnya penyesalan karena penyesalan akibat mengumbar pandangannya akan berlangsung lama.
2)      Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh, terutama mata dan wajah.
3)      Terbukanya pintu imu dan faktor untuk menguasainya karena hati bercahaya dan penuh konsentrasi
4)      Mempertajam firasat dan prediksi
5)      Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah SWT)
Al Hasan bin Mujahid berkata “Menahan pandangan dari yang diharamkan Allah akan mewarisi cinta-Nya”
 Faktor –faktor pendorong menundukkan pandangan:
1)      Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya
2)      Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan
3)      Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan
4)      Memperbanyak puasa
5)      Melasanakan pesan Rasulullah SAW untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram
6)      Selalu merasa takut akan su’ul khatimah kertika meninggal dunia.